Perkuat Karakter dan Etos Kerja Guru, Kepala MTs Negeri 2 Lombok Barat Gelar Penguatan Bertema “Dari Basmalah Menuju Hamdalah: 6 Kunci Sukses Bekerja”

Lombok Barat, 24/10/2026 – Dalam upaya memperkuat karakter, meningkatkan profesionalisme, serta menumbuhkan etos kerja yang berlandaskan nilai-nilai Islam, Kepala MTs Negeri 2 Lombok Barat menggelar kegiatan penguatan karakter guru dengan tema “Dari Basmalah Menuju Hamdalah: 6 Kunci Sukses Bekerja.” Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran seluruh guru agar senantiasa menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh keikhlasan, kedisiplinan, serta semangat pengabdian.

Kegiatan penguatan tersebut menekankan pentingnya menjadikan setiap pekerjaan sebagai bagian dari ibadah. Mengawali pekerjaan dengan basmalah merupakan wujud kesadaran bahwa setiap aktivitas harus diniatkan karena Allah SWT, sedangkan mengakhirinya dengan hamdalah menjadi bentuk rasa syukur atas kesempatan, kekuatan, dan hasil yang telah diperoleh.

Dalam lingkungan madrasah, nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menjadi landasan bagi guru dalam melaksanakan tugas mendidik, membimbing, dan membina murid agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki karakter Islami.

Kepala MTs Negeri 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., menekankan bahwa keberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari kemampuan menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga dari keteladanan, integritas, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah.

Guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter murid. Oleh karena itu, guru dituntut untuk terus memperbaiki diri, menjaga komitmen, meningkatkan kompetensi, serta menunjukkan perilaku positif yang dapat menjadi teladan bagi seluruh warga madrasah.

Melalui tema “Dari Basmalah Menuju Hamdalah: 6 Kunci Sukses Bekerja”, kegiatan ini mengajak para guru untuk memahami bahwa kesuksesan dalam bekerja harus dibangun melalui perpaduan antara niat yang lurus, sikap profesional, dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Enam kunci sukses bekerja dalam kegiatan ini dapat menjadi bahan refleksi bagi guru untuk membangun budaya kerja yang positif, meliputi:

1) Meluruskan niat
Meluruskan niat berarti menetapkan tujuan bekerja karena Allah Swt. dan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
2) Ikhtiyar dan Do’a
Ikhtiar adalah usaha sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan, sedangkan doa adalah permohonan pertolongan dan petunjuk kepada Allah SWT.
3) Muhasabah
Muhasabah adalah introspeksi atau evaluasi diri terhadap niat, ucapan, sikap, dan tindakan yang telah dilakukan.
4) Tawakkul/Tawakkal
Tawakal adalah menyerahkan hasil akhir kepada Allah Swt. setelah melakukan usaha secara maksimal dan menempuh cara yang benar.
5) Tasyakkur
Tasyakkur berarti bersyukur kepada Allah Swt. atas nikmat, kesempatan, kesehatan, kemampuan, dan hasil yang diperoleh.
6) Al-Nashabu
Al-Nashabu dapat dipahami sebagai kesungguhan, kerja keras, ketekunan, dan kesediaan mencurahkan tenaga dalam menjalankan tanggung jawab.

Keenam prinsip tersebut diharapkan tidak hanya menjadi materi penguatan, tetapi juga diterapkan secara nyata dalam aktivitas sehari-hari di madrasah, mulai dari kedisiplinan hadir, persiapan pembelajaran, pelayanan kepada murid, hingga kerja sama dalam menjalankan program madrasah.

Penguatan karakter guru juga sejalan dengan upaya mewujudkan visi MTs Negeri 2 Lombok Barat, yaitu “Islami, Unggul, Berprestasi.” Visi tersebut membutuhkan dukungan guru yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga kuat dalam karakter, santun dalam perilaku, dan konsisten dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh semangat baru di kalangan guru untuk menjadikan pekerjaan sebagai amanah yang harus ditunaikan dengan sepenuh hati. Setiap tugas hendaknya diawali dengan niat yang baik, dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, dan diakhiri dengan rasa syukur serta evaluasi untuk perbaikan.

Dengan demikian, semangat dari basmalah menuju hamdalah bukan sekadar ungkapan, melainkan nilai yang membimbing seluruh warga madrasah dalam membangun budaya kerja yang religius, disiplin, profesional, dan berorientasi pada mutu pendidikan.

Diwartakan: Nasrudin, S.Pd.I (Tim Humas)

Facebook
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top